Selasa, 20 Desember 2011

Garut. Bandung. Wonderland.

Udah pada tau kota Garut kan? Itu tuh yang terkenal dodol dan pemandian air panasnya. Kalo Bandung? Pasti tau lah, Bandung yang ada Gedung dengan puncak berbentuk sate kebalik alias Gedung Sate itu. Semua pasti tau Garut dan Bandung, kalo yang nggak tau yaa, silakan buka atlas atau Google Map sekalian biar lebih canggih, soalnya gue nggak bakal jelasin secara detil kedua kota yang berada di provinsi Jawa Barat itu. 

Jadi, hari Jum'at, 16 Desember malam, gue dan keluarga "meluncur" (jalan tol di malam hari itu lancaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr!) ke sebuah kota bernama Garut, bukan Parut, Garuk apalagi Centong (?). Emang sih, jalan tol itu nggak selalu lancaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrr, ada macet-macet nya juga, yah biasalah, namanya udah Jum'at, hari dimana orang-orang dapat mengucapkan TGIF (Thank God It's Friday) karna dua hari kedepan adalah hari-hari untuk melepas kepenatan selama lima hari yang udah tumplek plek kayak cucian kotor rumah berpenghuni 20 orang (Pengibaratan yang cukup aneh...)

So, sekitar jam 12-an, gue dan keluarga akhirnya "mendarat" di sebuah penginapan yang merupakan milik dari bibi nya suami dari anak tante gue, nah, ngerti nggak? intinya penginapan itu masih milik keluarga gue deh, meskipun jauuuuh. Nah, proses "mendarat"-nya ini nih yang agak-agak tersendat-sendat, karena sempat beberapa kali salah ikutin mobil (pake 2 mobil soalnya).

Penginapan punya bibi nya suami dari anak tante gue

Nah, di penginapan ini, setiap kamar di lantai bawahnya ada kolam air panasnya, meskipun kecil sih, tapi lumayan lah buat rendeman. Air panas nya mengalir langsung dari kawah gunung (gunung apa ya? tau deh :p) alias air belerang, tapi sama sekali nggak bau kok, karna mungkin udah disaring sebelum dialirin ke penginapan-penginapan di sekitar sini. 

Percayalah pas gue bilang gue tidur jam 1 lewat terus kebangun lagi jam 5 kurang, dan akhirnya nggak bisa kembali tidur (tendang alarm handphone yang lupa dimatiin). Akhirnya gue nonton berita di TV, yah terpaksa karna nggak ada film kartun yang seru (ketauan MKKB alias masa kecil kurang bahagia). Dan selama gue nonton berita, banyak tukang makanan yang, entah sengaja atau nggak, mondar mandir di depan kamar-kamar penginapan sambil teriak teriak, alhasil jadi gini deh bunyinya...
 Merah : pembaca berita, Biru : tukang makanan || "Simulasi gunung merapi.... nasi kuniiiiiiingg!!!...kerusuhan yang mengakibatkan.... lontongnya buu! lontongnya!.... rusak..."
Random kan? iya, gue juga mikir gitu. So, gue keluar untuk sarapan, bukan sarapan nasi kuning apalagi lontong tapi sarapan nasi pake ayam goreng, terus gue ambil kamera dan naik ke lantai tiga unuk foto-foto pemandangan sekitar, ralat, foto sepupu-sepupu gue yang sepertinya telah menyamakan arti kata "difoto" dan "minum air putih" saking seringnya minta difoto sama gue, meskipun sebagian gue juga yang hobi motret :p Simbiosis mutualisme lah, saling menguntungkan satu sama lain.

Dan pemandangannya? HUOOOOOOOW!!! KEREN BANGET!!!, berikut adalah salah satu fotonya. 

Pemandangan gunung yang gue nggak tau apa namanya dari lantai 3 penginapan

Nah, setelah berendam bagai kuda nil di bak mandi air panas, gue dan keluarga keluar penginapan untuk keliling kota Garut, alhasil kita naik delman.

 
L to R : Sepupu gue, pacarnya sepupu gue, mas kusir yang kepengen difoto juga, adek gue.

Terus kita muter-muter kota Garut naek delman. Buat kakak, adik, oom, tante, kakek, nenek yang nilai pelajaran Bahasa Indonesia-nya nggak pernah beranjak dari angka 1, 2 dan 3, gue dan keluarga gue nggak beneran muter-muter yah, silakan tanya orang terdekat kalo masih kurang paham :)
Gue dan keluarga diboyong oleh si kusir ke sebuah toko oleh oleh khas Garut yang terletak nggak-jauh-tapi-nggak-bisa-dibilang-deket-juga dari penginapan. Ada macem-macem oleh-oleh khas Garut disana, dan yang paling banyak tentu aja dodol, bukan yang buat ngatain orang ya tapinya. Nah, sekarang ada oleh-oleh baru lagi dari Garut, namanya Chocodot, alias coklat buatan orang indonesia, dicampur dengan dodol Garut. Kreatif kan?

Ini dia salah satu coklat yang bikin gue bingung, namanya Coklat Gawat darurat, nggak ada dodolnya yang ini, coklat doang, tapi tetap buatan Indonesia dong. Entah penciptanya itu mantan dokter yang sekarang berkecimpung di dunia kuliner atau bikinnya di rumah sakit, yang jelas buka aja kotak P3K di sekitar Garut, kalo nggak ada coklat ini di dalamnya, berarti dua kesimpulan gue sebelumnya adalah salah.

Coklat yang cukup random....




Dan attention untuk para Ichiers alias fans nya keripik Maicih, DISINI JUGA JUAL KERIPIK MAICIH! DARI LEVEL 3, 5 DAN 10, GURILEM, KERIPIK SINGKONG, SAMPE SEBLAKNYA! AYO DATENG SEKARANG JUGA! (Kesannya promosi banget...)

Setelah balik ke penginapan, makan coklat nya (yang ternyata enak juga...), beres-beres diselingi foto-foto, dan tidur-tiduran males sebentar, gue dan keluarga bertolak dari penginapan untuk makan siang disebuah restoran.
Ini dia keluarga gue, lagi pada tampang cengok-nunggu-makanan semua :p

Daan, di rumah makan ini Mama gue hanya bisa rebahan sambil merem dan menahan muntah karena sakit (get well soon mom!). Kami melanjutkan perjalanan ke salah satu danau di Garut yang bernama Situ Cangkuang, just so you know, Situ dalam bahasa Jawa berarti 'danau'.

Plang di pintu masuk Situ Cangkuang, ada tulisan bahasa Jawa kuno alias bahasa Kawi nya.

Nah, untuk tarif masuknya sih cukup murah, nggak sampe 15 ribu kok. Di Situ Cangkuang ini terdapat sebuah situs candi yang bernama Candi Cangkuang, untuk bisa melihat candi tersebut, kita harus naik getek yang memuat beberapa belas orang, karena candinya sendiri terletak di sisi lain dari Situ Cangkuang. Harganya sih sekitar 50 ribuan untuk bolak balik nya, tapi bisa kurang kok, tergantung kemampuan nawar anda anda sekalian :p

Situ Cangkuang dengan getek-getek nya.

Nah, pulau yang disebrang itu merupakan pulau tempat Candi Cangkuang terletak. Letaknya sendiri di sebuah kampung yang bernama Kampung Pulo di kecamatan bernama Leles, Garut. Candi ini juga merupakan candi pertama yang ditemukan dan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda.

Di jalan masuk ke candi, terdapat banyak toko kerajinan tangan yang dikelola sendiri oleh para penduduk Kampung Pulo. 

toko-toko kerajinan

Pintu masuk Candi

Gerbang masuk rumah adat Kampung Pulo

Nah, Kampung Pulo sendiri merupakan kampung yang cukup unik, nggak sampai 20 rumah terletak di kampung ini, yang dihuni oleh hanya berapa belas kepala keluarga. Terletak satu mesjid yang berhadapan langsung dengan gerbang masuk kampung. Rumah-rumah nya sama semua, rumah panggung dengan dinding anyaman bambu yang dicat putih. 

Keluarga gue berfoto di salah satu rumah penduduk.

Dan ini dia Candi Cangkuang nya.


 

Dan saat melihat plang yang tertulis diatas gerbang candi tersebut, gue shock... TERNYATA MAKAM INI ADALAH MAKAMNYA SEORANG @POCONGGG!!!

Kuburannya @Poconggg yang asli..... cukup menghebohkan.....

Memang makam ini merupakan makan seseorang yang bernama Arif Muhammad, yaitu leluhur di Leles. Di situs candi yang ditemukan oleh Haryoso dan Uka Candrasasmita  pada tahun 1893 ini juga ditemukan serpihan pisau juga batu-batu besar yang diperkirakan berasal dari zaman megalitikum. Candi nya sendiri baru ditemukan pada tahun 1966.



Sedangkan pisau serta batu-batu besarnya dipisahkan dari candi dan disimpan di lemari kaca sebuah museum yang terletak persis di hadapan candi tersebut.




Nah, itu nggak begitu jelas fotonya karena hujan gedee banget. Gue masuk sih, tapi gak sempet foto-foto banyak. Situs candi itu agak-agak nyeremin gitu deh suasananya, dikelilingin pohon-pohon tinggi gitu, dan dibelakang museumnya, terdapat..... kuburan......

Kuburan yang nggak "Lupa...lupa lupa lupa...."

Daaan, hujan turun dengan derasnya, jadi neduh dulu di museum, nunggu sampai hujannya berhenti.
Daaan, sialnya, hujannya tak kunjung berhenti, mungkin kalo diibaratin lamanya kayak orang yang udah nahan pipis selama tujuh hari tujuh malem dan setiap harinya minum air sebanyak lima liter. (?)

Akhirnya gue menerobos hujan dan tau gimana rasanya "Dancing in the rain" (meski pake payung dan cuma muter-muter)


Mas-mas nya sampe pake payung saking gede hujannya.

Daaan, dari Garut, gue dan keluarga bertolak ke kota Bandung, yang terletak nggak jauh dari Garut, sampe disana malam sekitar jam 8an. Sempet  muter-muter di blok yang sama karena salah ngasih info dimana hotel tempat nginep nya -_-

Setelah naro koper di kamar hotel (yang ternyata kasurnya empuk banget dan ber-TV lengkap dengan parabola), gue dan keluarga beres-beres terus menikmati keramaian kota Bandung pada malam hari.



Setelah makan, kita pulang ke hotel. Dan sementara yang lain tidur, gue nonton MTV sampe nyaris jam 2 pagi, mumpung ada parabola nya gitu (ketauan noraknya).

Besoknya, kita keliling-keliling Bandung dan mampir di salah satu factory outlet ternama di kota Bandung, yaitu The Heritage.




Teruuuus, kita pulang deh, selsai! :)


Alasan kenapa jalan-jalan merupakan salah satu dimana gue terus-terusan terjebak di  "Wonderland Phase"
 adalah karena gue suka jalan-jalan, and by traveling, pasti banyak foto-foto, and by taking pictures, pasti banyak tempat-tempat menarik yang dikunjungi, and by visiting unique places, pasti banyak makanaaaaan! and by foods......... pasti berat badan gue naik satu atau dua kilo........

Jadi sekian dulu postingan pertama gue ini, sampai jumpa di postingan selanjutnyaa... :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar